Selasa, 30 Oktober 2012

MAKALAH KATA BENDA DALAM BAHASA IBRANI


MAKALAH
KATA BENDA DALAM BAHASA IBRANI

225103_199000546809537_198999970142928_520129_5582200_n.jpg

Disusun Oleh :
·      SRI KARNITA                              NIM     : 11.02.11.706
·      WARNIKA                                  NIM     : 11.02.11.717
·      YONGGI                                      NIM     : 11.02.11.727
·      YULIANA ADE PUTRI                 NIM     : 11.02.11.728
KELAS                                             : D
SEMESTER                                      : II (DUA)
MATA KULIAH                                : BAHASA IBRANI
DOSEN PENGAMPU                       : MERILYN, M.Th






KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN NEGERI (STAKN) PALANGKARAYA
2012
KATA PENGANTAR
          Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan berkat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul:
KATA BENDA DALAM BAHASA IBRANI
            Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
            Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
            Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Palangkaraya,   Mei 2012
 Penulis



I
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………..            i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………….            ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang ………………………………………………………………………………………..         1
1.2.  Batasan Masalah …………………………………………………………………………………….          1
BAB II. PEMBAHASAN
2.1. Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani …………………………………………………………….         2
2.2. Asal Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani …………………………………………………….         3
2.3. Akhiran –a Pada Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani …………………………………..        3-4
Pada Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani………………………………….         5-6
 
2.4. Bentuk Terikat Pada Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani …………………………….        4-5
2.5. Awalan מ־  
BAB III. PENUTUP
3.1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………..          7
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………………          8













ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Di dalam tatabahasa, setiap kata selalu dikelompokkan menurut jenisnya, yakni kata benda (noun), sifat, keterangan, dll. Menurut Wenham (The Elements of NT Greek), noun (kata benda) berasal dari bahasa latin nomen yang artinya nama dari segala sesuatu. Di dalam bahasa Ibrani-pun memiliki tata bahasa yang dikelompokkan menurut jenisnya. Dimana kata benda dalam bahasa Ibrani memiliki ciri tertentu (feminin atau maskulin). Kurangnya minat para mahasiswa untuk belajar bahasa Ibrani, dikarenakan faktor ketidakmengertian akan bahasa itu sendiri. Disini kami akan menguraikan lebih banyak tentang bahasa Ibrani pada bagian pembahasan.
1.2.  Batasan Masalah
Adapun masalah yang dibahas dalam makalah ini, antara lain :
1.    Bagaimana kata benda dalam bahasa Ibrani?
2.    Dari manakah asal kata benda dalam bahasa Ibrani?
3.    Apa fungsi akhiran –a pada kata benda dalam bahasa Ibrani?
4.   
pada kata benda dalam bahasa Ibrani?
 
Bagaimana bentuk terikat pada kata benda dalam bahasa Ibrani?
5.    Apa fungsi awalan מ־



















1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani
            Benda dalam bahasa ibrani terdiri dari kata benda feminin maupun maskulin. Kata benda ini dapat bergabung dengan kata benda. Di dalam tatabahasa, setiap kata selalu dikelompokkan menurut jenisnya, yakni kata benda (noun), sifat, keterangan, dll. Menurut Wenham (The Elements of NT Greek), noun (kata benda) berasal dari bahasa latin nomen yang artinya nama dari segala sesuatu.  Ada 4 macam noun  yakni proper noun, common noun, collective noun dan abstract noun; dan yang terkait dengan nama hanya 2 pertama saja dibahas.
(1). Proper noun is the name appropriated to any particular person, place or thing (Latin proprius - belonging to a person); jadi kata benda ini memiliki sifat definit intrinsik, artinya sama sekali tidak memerlukan kata bantu artikel definit, the (Inggris) – ha(Ibrani) – ho (Yunani) untuk mengidentifikasi dirinya sendiri. Dengan mudah dapat dikenali bahwa nama-nama diri baik, nama-nama personal (YHWH, Abraham), nama-nama tempat (misalnya Yerusalem, Yordan), kejadian khusus yang tak ada duanya (misalnya Paskah) adalah termasuk proper noun, dan itu sebabnya nama-diri sering disebut sebagai proper name.
(2). Common noun is the name which all things of the same kind have in common (Latin communis – belonging to all); jadi nama (benda) ini menunjuk pada sesuatu yang semuanya ada atau semuanya memilikinya, misalnya saja kata kota, negara, saudarameja, tuhan, elohim, sultan. Oleh karena beberapa contoh menunjuk pada unique appellative - sebutan yang unik,  maka sering pula disebut sebagai nama generik, artinya nama yang diturunkan dari hal yang sama tadi. Jadi Elohim (Ibrani), Ilah (Arab), Elah (Aramaik), Teos (Yunani), Tuhan (Indonesia), semuanya untuk menunjuk hal yang sama yakni sebutan untuk personal sesembahan.




2
2.2. Asal Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani
            Menurut asal-usulnya dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.   
(dam)
 
(em)
 
(av)
 
Kata benda yang tidak diketahui asalnya; jumlahnya sedikit. Contoh:
(pe)
 
(layla)
 
(yom)
 
bapak   אָב                   ibu   אֵם                                   darah   דָּם
(syem)
 
(yad)
 
(ken)
 
hari   יוֺם                      malam   לַיְלָה                          mulut   פֶּה
anak (m)   בֵּן               tangan   יָד                               nama   שֵׁם
2.   
(divar)
 
(davar)
 
Kata benda yang berasal dari kata kerja. Contoh:
(zara)
 
(zara)
 
kata   דָּבָר                                            dia (m) berkata  דִּבֵּר
(malakh)
 
(melekh)
 
benih   זֶרַע                                          dia (m) menabur   זָרַע
(avad)
 
(eved)
 
raja   מֶלֶךְ                                            dia (m) memerintah  מָלַךְ
(uf)
 
(of)
 
hamba  עֶבֶד                                        dia (m) melayani   עָבַד
(patakh)
 
(petakh)
 
Burung  עוֺף                                         dia (m) terbang  עוּף
(qawah)
 
(tiqwa)
 
pintu  פֶּתַח                                           dia (m) membuka  פָּתַח
harapan  תִּקְוָה                                    dia (m) mengharap  קָוָה
3.   
(baqar)
 
(boqer)
 
Kata benda berasal dari kata benda lain. Contoh:
(kerem)
 
(koram)
 
gembala   בֹּקֵר                                                ternak  בָּקָר
(yisra’el)
 
(yisra’eli)
 
penjaga  כֹּרֵם                                                              kebun anggur  כֶּרֶם
(mitsrayim)
 
(mitsri)
 
orang Israel   יִשְׂרָאֵלִי                                                  Israel  יִשְׂרָאֵל
orang Mesir  מְצְרִי                                          Mesir  מִצְרַיִם

2.3. Akhiran –a Pada Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani
            Semua kata benda di atas berjenis kelamin maskulin. Kata benda berjenis kelamin feminin umumnya memiliki ciri khas berakhiran –a (־ָה), meski ada juga yang tidak. Bisa dibandingkan dengan akhiran “i” dalam bahasa Indonesia yang menyatakan jenis feminism (pemudi, siswi, pramugari dan biarawati)
 Contoh:
nabi + -a (nevi’a)
 
            nabiah  נְבִיאָה = ־ָה + נָבִיא
isysy+ -a (isysya)
 
malakh+ -a (malka)
 
            ratu  מַלְכָּה = ־ָה + מֶלֶךְ
            Orang (f) אִישׁ +־ֶה = אִשָּׁה
3
Kata sifat juga dapat dibubuhi akhiran  ־ָה untuk menyesuaikan bentuknya dengan kata benda feminin dan di suku kata terakhir harus ditekan.
yom gadol
 
 Contoh:
ir gedola
 
hari besar        גָּדוֺל   יוֺם                                 (kata benda maskulin)
kota besar       גְּדוֺלָה   עִיר                               (kata benda feminin)
Akhiran ־ָה selalu mendapat penekanan suara, sesuai dengan kebiasaan dalam bahasa Ibrani bahwa suku kata terakhir ditekankan. Jadi kata-kata di atas diucapkan nevi’a, isysya, malka, dan seterusnya.

2.4. Bentuk Terikat Pada Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani
            Bentuk kata benda dalam bahasa Ibrani dipengaruhi oleh kedudukannya dalam kalimat. Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, dua kata benda dapat dipadukan untuk menyebut suatu pengertian majemuk. Perpaduan seperti itu disebut סְמִיכֽוּת (semikhut) dalam bahasa Ibrani (bahasa Inggris : construct state genitive)
Apabila dua kata benda dipadukan dalam satu kalimat secara berurutan, maka kata benda pertama akan berubah dengan cara diperpendek. Contoh:
(bayit + elohim = bet elohim)
 
            rumah Allah                אֱלֹהִים   בֵּית  =  אֱלֹהִים      +      בַּיִת
Bentuk  בַּיִת  disebut bentuk mandiri, sedangkan  בֵּית  disebut bentuk terikat. Perhatikan perubahan kata benda  dari bentuk mandiri menjadi bentuk terikat di bawah ini:
Bentuk Terikat
Bentuk Mandiri
Firman TUHAN
met mosye
 
devar-adonay
 
דְּבַר־יְהוָה
kata
mawet
 
davar
 
דָּבָר
kematian Musa
khel par’o
 
מֹשֶׁה  מוֺת
kematian
מָוֶת
tentara Firaun
פַּרְעֹה  חיל
tentara
khayil
 
חַיִל

Biasanya yang mengalami perubahan (perpendekan) adalah vokal. Yang perlu diingat adalah akhiran jenis kelamin feminin yang semula  ־ָה  berubah menjadi  ־ַת atau  ־ֶת dalam bentuk terikat.


4
Contoh:
Bentuk Terikat
Bentuk Mandiri
taurat Allah
torat ha’elohiym
 
הָאֱלֹהִים  תּוֺרַת
taurat
torah
 
תּוֺרָה
hikmat Salomo
khakhemat syelomo
 
שְׁלֹמֹה  חָכְמַת
hikmat
khakhema
 
חָכְמָה
istri Abraham
esyet avraham
 
אַבְרָהָם  אֵשֶׁת
istri
isysya
 
אִשָׁה
tahun Yobel
syenat  hayowobel
 
הַיּוֺבֵל  שְׁנַת
tahun
syana
 
שָׁנָה

ha’aron
 
Masih ada beberapa kata benda yang tidak mengalami perpendekan apabila dipadukan dengan dengan kata benda lain (tetap dalam bentuk mandiri), seperti ruakh (nafas) רוּחַ, ’iyr עִיר, melekh (raja) מֶלֶךְ, erets (bumi) אֶרֶץ, dsb. Bentuk terikat tidak mendapatkan tekanan suara, sehingga diucapkan hampir sebagai satu kata dengan kata yang berikut dan sering dirangkaikan dengan tanda hubung. Perlu diingat bahwa bentuk terikat tidak pernah diawali dengan awalan penentu, meskipun dipadukan dengan kata benda berawalan penentu. Contoh:
aron-haberiyt
 
            peti itu                         הָאָרוֺן                                                   (bentuk mandiri)
            peti perjanjian itu       אֲרוֺן־הַבְּרִית                                         (bentuk terikat)

2.5. Awalan מ־ Pada Kata Benda Dalam Bahasa Ibrani
Seringkali kata benda dibentuk dari kata kerja dasar dengan awalan  מ־ yang biasa diucapkan ma- atau mi-. (Bisa juga diucapkan me-, mo-, atau mu-, tergantung suku kata pertama kata yang mengikutinya. Awalan ini mirip dengan perpendekan kata depan  מִן־ yang sering menjadi  מִ־ atau מֵ־ jika diikuti oleh kata benda. Cara membedakannya adalah:
·      מִ־ yang diikuti oleh huruf dengan dagesy forte (titik penduakalian) adalah perpendekan kata depan.
·      מֵ־ yang diikuti huruf guttural adalah perpendekan kata depan, jika  מֵ־  tidak diikuti huruf guttural berarti awalan kata benda.



5
Berikut contoh kata benda yang dibentuk awalan מ־:
Kata Benda
Kata Dasar
mezbah
מִזְבֵּחַ mizbaeakh
menyembelih (kurban)
זָבַח zevakh
mazmur
מִזְמוֺר mizmor
bernyanyi, bermazmur
זִמֵּר zimmer
jumlah bilangan
מִסְפָּר mispar
menghitung
סָפַר safar
perbuatan
מַעֲשֶׂה ma'ase
membuat
עָשָׂה asa
perintah
מִצְוָה mitswa
memerintahkan
צִוָּה ira
tempat kudus
מִקְדָּשׁ miqdasy
kudus
קָדַשׁ qadasy
penjagaan
מִשְׁמָר misyemar
menjaga
שָׁמַר syamar
pengadilan, keputusan
מִשְׁפָּט misypat
mengadili
שָׁפַט syafat
Sebagian kata benda berawalan מ־ juga dapat dibubuhi akhiran ־ָה,  ־ַת, dan ־ֶת untuk menyatakan jenis feminin. Contoh:
Kata Benda
Kata Dasar
sanak saudara
מוֺלֶדֶת moledet
melahirkan
יָלַד yalad
kerajaan
מַמְלָכָה mamlakha
merajai
מָלַךְ malakh
pasukan
מִשְׁלַחַת misyelakhat
menyuruh
שָׁלַח syalakh


















6
BAB III
PENUTUP
3.1.  Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
1.    Kata-kata benda dalam bahasa Ibrani dapat ditemukan dalam beberapa bentuk, sesuai dengan jenis kelaminnya dan kedudukannya dalam kalimat.
2.    Menurut asal-usulnya dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
-       Kata benda yang tidak diketahui asalnya; jumlahnya sedikit.
-       Kata benda yang berasal dari kata kerja
-       Kata benda berasal dari kata benda lain.
3.    Kata benda berjenis kelamin feminin umumnya memiliki ciri khas berakhiran –a (־ָה), meski ada juga yang tidak. Bisa dibandingkan dengan akhiran “i” dalam bahasa Indonesia yang menyatakan jenis feminism (pemudi, siswi, pramugari dan biarawati).
4.    Bentuk kata benda dalam bahasa Ibrani dipengaruhi oleh kedudukannya dalam kalimat. Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, dua kata benda dapat dipadukan untuk menyebut suatu pengertian majemuk. Perpaduan seperti itu disebut סְמִיכֽוּת (semikhut) dalam bahasa Ibrani (bahasa Inggris : construct state genitive)
5.    Kata benda dibentuk dari kata kerja dasar dengan awalan  מ־ yang biasa diucapkan ma- atau mi-. (Bisa juga diucapkan me-, mo-, atau mu-, tergantung suku kata pertama kata yang mengikutinya. Awalan ini mirip dengan perpendekan kata depan  מִן־ yang sering menjadi  מִ־ atau מֵ־ jika diikuti oleh kata benda.









7
DAFTAR PUSTAKA
-       Merilyn, M. Th, Hand Out Bahasa Ibrani Program Studi PAK, STAKN Palangkaraya : 2012.
-       D. L. Baker & A. A. Sitompul, Kamus Singkat Ibrani-Indonesia, PT. BPK Gunung Mulia Jakarta : 2010.
-       D. L. Baker, Dr. S. M. Siahaan & A. A. Sitompul, Pengantar Bahasa Ibrani, PT. BPK Gunung Mulia Jakarta : 2010.
-       www.multiply.com- Kristian H. Sugiyarto (kristiansugiyarto@yahoo.com).





























8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar